You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Festival Boneka Tali Nusantara nur
photo Nurito - Beritajakarta.id

Festival Boneka Tali Nusantara Asah Kreativitas Anak

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Payung Tunas Teratai, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur menghadirkan suasana berbeda melalui Festival Boneka Tali Nusantara. Kegiatan ini menjadi ruang kreatif inklusif yang mempertemukan anak dan orang tua dalam suasana edukatif sekaligus menyenangkan.

"Memahami nilai budaya, mengasah imajinasi" &

Pengelola RPTRA Payung Tunas Teratai Ika Ayu Nurjanah mengatakan, festival tersebut dikemas dalam bentuk workshop yang digelar dalam dua gelombang, yakni pada 25-26 April 2026 dan 2-3 Mei 2026.

Jakarta Ecotourism di RPTRA Payung Tunas Teratai Diminati

"Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia serta seniman Kak Ryan Dongeng," ujarnya, Senin (26/4).

Ika menjelaskan, setiap gelombang diikuti 13 pasangan orang tua dan anak. Menariknya, workshop ini juga melibatkan anak-anak penyandang disabilitas. Sehingga, menciptakan ruang belajar budaya yang inklusif, ramah anak, dan sarat makna.

Mengusung tema Semangat Pelestarian Budaya Nusantara, kegiatan ini bertujuan mengenalkan kembali seni pertunjukan tradisional kepada generasi muda melalui pendekatan kreatif, interaktif, dan menyenangkan. 

"Peserta tidak hanya diajak membuat dan memainkan boneka tali, tetapi juga memahami nilai budaya, mengasah imajinasi, serta membangun komunikasi yang lebih erat antara orang tua dan anak," terangnya.

Menurutnya, workshop ini memberikan berbagai manfaat, mulai dari meningkatkan kreativitas dan kemampuan motorik anak, memperkuat kedekatan emosional keluarga, hingga menumbuhkan rasa percaya diri, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus.

"Kegiatan ini juga menjadi ruang inklusif yang setara dan menyenangkan bagi semua anak," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu orang tua peserta, Suryo mengapresiasi kegiatan tersebut dan mengaku bersyukur anaknya dapat terlibat dalam kegiatan yang mendukung tumbuh kembang sekaligus memberikan pengalaman sosial yang positif.

"Anak saya merasa diterima, bisa belajar, bermain, dan berani berekspresi bersama teman-temannya. Bukan hanya anak yang bahagia, kami sebagai orang tua juga merasa didukung," imbuhnya.

Ia menuturkan, Festival Boneka Tali Nusantara ini menjadi bukti bahwa seni dan budaya dapat menjadi jembatan untuk memperkuat pendidikan, kebersamaan, dan inklusi sosial. 

"Melalui media sederhana seperti boneka tali, anak-anak diajak mengenal akar budaya bangsa sekaligus tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, percaya diri, dan menghargai keberagaman," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Penyintas Kebakaran di Malaka Sari Diberi Bantuan

    access_time11-06-2026 remove_red_eye1495 personNurito
  2. Hujan Ringan Diperkirakan Basahi Jakarta Sore Ini

    access_time14-06-2026 remove_red_eye1329 personFolmer
  3. Sudin LH Jaksel OTT Delapan Pelaku Buang Sampah Sembarangan

    access_time13-06-2026 remove_red_eye1260 personTiyo Surya Sakti
  4. Ini Rute Bus Transjakarta ke Jakarta Fair Kemayoran

    access_time12-06-2026 remove_red_eye1176 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. MRT Lakukan Penyesuaian Akses Pintu Masuk Stasiun Bundaran HI dan Dukuh Atas

    access_time12-06-2026 remove_red_eye1173 personAldi Geri Lumban Tobing